<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ummuiffah</title>
	<atom:link href="http://ummuiffah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummuiffah.wordpress.com</link>
	<description>Berusaha Menjadi Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2011 13:38:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummuiffah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4b809252f91acf6d1795656ed92fd252?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ummuiffah</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummuiffah.wordpress.com/osd.xml" title="Ummuiffah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummuiffah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Medela Manual Breast Pump</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/medela-manual-breast-pump/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/medela-manual-breast-pump/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 17:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Marhaban yaa Ramadhan&#8230;sebentar lagi ramadhan kembali menyapa kita. Menjelang ramadhan seperti ini, jadi teringat kembali ramadhan 2 tahun lalu. Saat itu merupakan terakhir kali saya menggunakan Pompa ASI dan mulai belajar memerah asi menggunakan tangan. Sebenarnya tidak pernah kepikiran sama sekali untuk membeli alat ini. Sejak awal kehamilan, saya dan suami bertekad akan memberikan ASI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=41&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Marhaban yaa Ramadhan&#8230;sebentar lagi ramadhan kembali menyapa kita. Menjelang ramadhan seperti ini, jadi teringat kembali ramadhan 2 tahun lalu. Saat itu merupakan terakhir kali saya menggunakan Pompa ASI dan mulai belajar memerah asi menggunakan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak pernah kepikiran sama sekali untuk membeli alat ini. Sejak awal kehamilan, saya dan suami bertekad akan memberikan ASI saja kepada anak kami. Setelah melahirkan, alhamdulillah ASI langsung keluar. Rencananya, 2 minggu menjelang masuk kerja, saya mau mulai menyetok ASIP. Kirain memerah itu mudah, ternyata&#8230;.sulit. Dengan modal nekad, saya menggunakan tangan untuk memerah. Perkiraan saya akan dapat paling tidak 50 ml ASI, ternyata di luar dugaan, untuk mendapatkan 10 ml saja lamanya bukan main, dan itupun tangan saya sampai merah-merah karena cara memerahnya yang salah. Setelah mencoba beberapa kali dan waktu masuk kerja semakin dekat, akhirnya saya menyerah untuk membeli pompa.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah searching-searching di google dan nanya teman yang sudah punya anak, akhirnya suami pergi ke Cempaka Mas, tentunya dengan membawa pesan saya &#8216;beli yang paling murah ya&#8217;, he biar ngirit&#8230; Ternyata disana banyak sekali babyshop yang menjual berbagai macam pompa. lumayan lama suami muter-muter di sana, nyari yang paling cocok, dan sibuk menawar. Setelah hampir 3 jam, akhirnya suami pulang. Pompa yang akhirnya dibeli adalah Medela Manual Breastpump.</p>
<p style="text-align:justify;"> Medela Manual Breastpump ini dibeli dengan harga Rp 175.000, jauh lebih murah dari yang elektrik. Kelengkapannya tediri dari corong penghisap, membran, piston, botol dan dudukan botol. Pemakaiannya dengan cara menarik dan mendorong pistonny. Tekanan hisapan pompanya bisa diubah-ubah tergantung kemampuan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Awal-awal menggunakan pompa ini hanya sedikit sekali asi yang keluar, karena belum terbiasa kali ya.. Setelah beberapa lama, mulai terlihat hasilnya. Masalah mulai muncul pada saat bulan ramadhan. Karena puasa kan badan jadi lemes, sedangkan penggunaan pompa medela ini perlu tenaga yang lumayan banyak. Pada hari-hari biasa saja saya bisa ngos-ngosan apalagi pada bulan ramadhan. Karena takut produksi asi menurun karena tenaga terkuras, akhirnya saya mulai belajar memerah asi menggunakan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mahir memerah asi menggunakan tangan, akhirnya pompa medela nya saya pensiunkan. Pernah ada teman yang pinjem, cuma katanya akhirnya g dipake juga. Demikian pengalaman saya menggunakan Medela Manual Breastpump. Semoga bermanfaat..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=41&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/medela-manual-breast-pump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Ayam Madu</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/resep-ayam-madu/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/resep-ayam-madu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 16:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Ayam mungkin merupakan bahan makan yang paling gampang diolah. Ayam ini bisa divariasikan menjadi berbagai jenis masakan. Kali ini, saya mencoba meramu ayam dengan memanfaatkan madu, dengan harapan, selain mendapatkan gizi dari ayam juga mendapatkan manfaat dari madu yang sudah terkenal luas. Bahan   : Paha/dada ayam 5 potong Madu 3-5 sdm Bumbu : Bawang putih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=49&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ayam mungkin merupakan bahan makan yang paling gampang diolah. Ayam ini bisa divariasikan menjadi berbagai jenis masakan. Kali ini, saya mencoba meramu ayam dengan memanfaatkan madu, dengan harapan, selain mendapatkan gizi dari ayam juga mendapatkan manfaat dari madu yang sudah terkenal luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahan   :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Paha/dada ayam 5 potong</li>
<li>Madu 3-5 sdm</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Bumbu :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bawang putih 4 siung, diiris tipis</li>
<li>Bawang Bombay secukupnya, diiris</li>
<li>Merica secukupnya</li>
<li>Ketumbar secukupnya</li>
<li>Garam secukupnya</li>
<li>Kecap manis 1 sdm</li>
<li>Laos secukupnya</li>
<li>Saos tomat secukupnya</li>
<li>Tepung kanji secukupny</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Cara memasak :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Buat ayam ungkep. Caranya : Haluskan bawang putih, ketumbar dan garam. Rebus ayam yang sudah dibersihkan, masukkan bumbu halus dan laos. Tunggu sampai airnya tinggal sedikit dan bumbunya meresap.</li>
<li>Goreng ayam yang telah diungkep tadi.</li>
<li>Haluskan bawang putih, merica dan garam. Panaskan minyak, tumis irisan bawang Bombay dan bumbu yang telah dihaluskan. Setelah harum, tambahi dengan air, saos tomat , kecap manis dan madu. Kentalkan dengan tepung kanji</li>
<li>Setelah mendidih, masukkan ayam ungkep yang telah digoreng, kecilkan api, tunggu sampai kuahnya meresap.</li>
<li>Ayam madu siap dihidangkan</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=49&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2011/07/29/resep-ayam-madu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MPASI AFIFAH (Edisi 6 Bulan)</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/04/01/mpasi-afifah-edisi-6-bulan/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/04/01/mpasi-afifah-edisi-6-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 01:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[MPASI AFIFAH (Edisi 6 Bulan) Alhamdulillah Afifah berhasil lulus Asi Eksklusif. Sesuai anjuran dari WHO, mulai bulan keenam ini Afifah sudah bisa mulai makan. Hal ini karena ASI saja sudah tidak mencukupi untuk menunjang aktivitasnya yang banyak. Setelah ummi amati juga, pertambahan berat badannya juga tidak terlalu banyak, mungkin karena energinya banyak terkuras untuk geraknya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=43&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MPASI AFIFAH (Edisi 6 Bulan)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah Afifah berhasil lulus Asi Eksklusif. Sesuai anjuran dari WHO, mulai bulan keenam ini Afifah sudah bisa mulai makan. Hal ini karena ASI saja sudah tidak mencukupi untuk menunjang aktivitasnya yang banyak. Setelah ummi amati juga, pertambahan berat badannya juga tidak terlalu banyak, mungkin karena energinya banyak terkuras untuk geraknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah searching-searching di mbah google, akhirnya ummi memutuskan untuk memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang homemade, alias ummi bikin sendiri. Alasannya sih selain lebih hemat, kualitas terjamin (karena yang alami kan lebih baik) juga mudah mendeteksi kalau-kalau ada alergi (karena sepertinya ada bakat alergi, dari abinya&#8230;). Jauh-jauh hari sudah disiapkan alat dan bahan-bahan nya..deg-deg an, harap-harap cemas, semoga maem yang pertama nanti berhasil.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya hari yang dinanti tiba. Alhamdulillahnya jatuh pas hari minggu, jadi maem pertama yang masuk ke mulut Afifah berasal dari tangan umminya. Pagi-pagi ummi sibuk di dapur, memasak maem Afifah. Menu hari itu adalah bubur beras meras. Ummi sengaja buat encer agar mudah menelannya, dan ditambahi ASI biar tidak asing dengan rasanya. Dan, tanpa gula dan garam loh ya, karena bayi sampai dengan 1 tahun sebaiknya jangan dulu mengkonsumsi gula garam, dikhawatirkan memperberat kerja ginjalnya. Ummi cicipi dulu buburnya, ih aneh, hambar..ga ada rasanya. Tapi, surprise&#8230;.Alhamdulillah&#8230;Afifah ternyata suka, lahap sekali maemnya. Ummi jadi pe de mencoba menu yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari berikutnya, ummi makin semangat masak buat Afifah, inilah beberapa bubur yang berhasil ummi buat. Oh ya, masing-masing bubur diuji coba selama 3 hari dulu lho ya, untuk menguji apa ada alergi.</p>
<p style="text-align:center;"> <strong>Makan Berat (Serealia)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bubur Beras Merah</p>
<p style="text-align:justify;">Bahan   :  Tepung beras merah 2 sdm</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">Air secukupnya</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">ASI</p>
<p style="text-align:justify;">Cara memasak :</p>
<p style="text-align:justify;">Masukkan tepung terigu ke dalam panci, beri air kemudian masak hingga mendidih. Setelah matang, matikan apinya. Usahakan jangan terlalu kental, biarkan agak encer. Setelah agak dingin, tambahkan ASI secukupnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Bubur Beras Putih</p>
<p style="text-align:justify;">Bahan   :  Tepung beras putih 2 sdm</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">Air secukupnya</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">ASI</p>
<p style="text-align:justify;">Cara memasak :</p>
<p style="text-align:justify;">Masukkan tepung Beras Putih ke dalam panci, beri air kemudian masak hingga mendidih. Setelah matang, matikan apinya. Usahakan jangan terlalu kental, biarkan agak encer. Setelah agak dingin, tambahkan ASI secukupnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Bubur Kacang Hijau</p>
<p style="text-align:justify;">Bahan   :  Tepung Kacang Hijau 2 sdm</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">Air secukupnya</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">ASI</p>
<p style="text-align:justify;">Nah berhubung di pasaran tidak menemukan tepung kacang hijau, ummi akhirnya membuat sendiri tepungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Caranya :</p>
<p style="text-align:justify;">Kacang hijau direndam air semalam (biar lebih empuk). Buang airnya, jemur atau angin-anginkan. Setelah agak kering  goreng sangan (goreng dalam wajan tanpa minyak), goreng sampai kacang hijaunya benar-benar kering. Nah, setelah kering diblenderlah kacang hijau tadi sampai halus. Trus saring. Siap deh dimasak.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara memasak :</p>
<p style="text-align:justify;">Masukkan tepung Kacang Hijau ke dalam panci, beri air kemudian masak hingga mendidih. Setelah matang, matikan apinya. Usahakan jangan terlalu kental, biarkan agak encer. Setelah agak dingin, tambahkan ASI secukupnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=43&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/04/01/mpasi-afifah-edisi-6-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sembilan Bulan Afifah</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/01/05/sembilan-bulan-afifah/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/01/05/sembilan-bulan-afifah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 10:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Sembilan Bulan Afifah Alhamdulillah, engkau telah genap 9 bulan hari ini nak. Cepat sekali, rasanya baru kemarin kami menggendongmu, sebagai bayi merah yang mungil, putih dan lucu. Hm&#8230;kini engkau sudah besar (meski badanmu mengecil), makin cantik dan lucu. Alhamdulillah,, segala puji selalu kami sanjungkan ke Allah, atas karunianya yang sangat besar kepada kami, yaitu engkau. Sungguh, engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=36&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Sembilan Bulan Afifah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, engkau telah genap 9 bulan hari ini nak. Cepat sekali, rasanya baru kemarin kami menggendongmu, sebagai bayi merah yang mungil, putih dan lucu. Hm&#8230;kini engkau sudah besar (meski badanmu mengecil), makin cantik dan lucu.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah,, segala puji selalu kami sanjungkan ke Allah, atas karunianya yang sangat besar kepada kami, yaitu engkau. Sungguh, engkau adalah anugerah terbesar bagi kami. Kehadiranmu memberi warna dalam kehidupan ummi, berwarna-warni seperti pelangi. Engkau hiasi hari-hari kami yang dulu sepi menjadi penuh arti dengan tawamu, celotehmu, bahkan tangismu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehadiranmu memberikan banyak pelajaran bagi kami. Engkau ajari kami keikhlasan saat harus merawatmu, memerah ASI saat ummi bekerja dan membuatkan MPASI homemade, agar engkau mendapatkan yang terbaik.  Engkau ajari kami akan pentingnya sebuah proses saat melihatmu tumbuh setahap demi setahap. Engkau ajari kami kesabaran saat kadang menghadapi tingkahmu yang membuat kami geleng-geleng kepala, kesabaran saat orang-orang berkomentar saat melihatmu tidak tumbuh dan berkembang secepat teman-temanmu yang lain. Sungguh, semua itu pelajaran yang sangat berharga bagi kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Maafkan kami nak, mungkin kami belum bisa memberi yang terbaik, yang seharusnya orangtua berikan kepada anaknya.  Sungguh, seperti dirimu yang terus belajar, kamipun sedang belajar nak, belajar menjadi orangtua yang terbaik bagimu, menjadi orangtua yang bisa mengantarkan anaknya menjadi orang yang berguna di dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Allah, mampukan kami menjadi orangtua yang baik bagi anak kami. Jadikan anak kami menjadi anak yang berguna di dunia dan akhirat. Jadikan kehadirannya menambah jumlah orang-orang yang menegakkan agamamu. Karuniakanlah ia dengan keluasan ilmu, kedalaman pikiran dan ketekunan ahli ibadah. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=36&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2010/01/05/sembilan-bulan-afifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spagheti Jagung Manis</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/spagheti-jagung-manis/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/spagheti-jagung-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 09:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Spagheti Jagung Manis Spagheti Jagung Manis Berawal dari pengennya suami dibuatkan spaghetti Saus Bolognise, karena saya paling males kalo disuruh beli bumbu jadi, jadilah saya dengan modal nekat membuatnya. Eh, bukan saus Bolognise sih, pokoknya spaghetti di saus-in deh,,eh…ternyata suami suka Alhamdulillah. Bahan : 1 bungkus spaghetti Air Sedikit minyak Bumbu : 1 buah jagung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=27&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Spagheti Jagung Manis</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Spagheti Jagung Manis Berawal dari pengennya suami dibuatkan spaghetti Saus Bolognise, karena saya paling males kalo disuruh beli bumbu jadi, jadilah saya dengan modal nekat membuatnya. Eh, bukan saus Bolognise sih, pokoknya spaghetti di saus-in deh,,eh…ternyata suami suka <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahan</strong> :</p>
<p style="text-align:justify;">1 bungkus spaghetti</p>
<p style="text-align:justify;">Air</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit minyak</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bumbu </strong>:</p>
<p style="text-align:justify;">1 buah jagung manis, pipil</p>
<p style="text-align:justify;">¼ kg daging, cincang</p>
<p style="text-align:justify;">1 buah bawang Bombay, iris-iris</p>
<p style="text-align:justify;">2 buah tomat, rebus</p>
<p style="text-align:justify;">1 sdm saus tomat</p>
<p style="text-align:justify;">3 siung bawang putih, iris</p>
<p style="text-align:justify;">1 sdm maizena</p>
<p style="text-align:justify;">Merica</p>
<p style="text-align:justify;">Garam</p>
<p style="text-align:justify;">Gula</p>
<p style="text-align:justify;">Air</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara memasak </strong>:</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;">Rebus air, tambahkan sedikit minyak, setelah benar-benar mendidih masukkan spaghetti. Setelah 5 menit, angkat.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Hancurkan tomat yang sudah direbus.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tumis bawang putih dan bawang Bombay sampai harum, kemudian masukkan daging dan jagung manis.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tambahkan tomat, saus tomat, merica dan air.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tambahkan garam dan gula sesuai selera</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Kentalkan dengan maizena</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Sesudah mendidih, siramkan ke atas spaghetti</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Siap disajikan.</div>
</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=27&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/spagheti-jagung-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memerah Pakai Tangan</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/memerah-pakai-tangan/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/memerah-pakai-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 08:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mulai masuk kerja, saya mulai belajar memerah. Saya ingin tetap memberikan ASI full kepada afifah, meskipun umminya sedang bekerja. Awalnya ingin tetap mencoba pake tangan, biar ngirit dan praktis. Karena minim pengetahuan, bukannya dapat ASI banyak, yang ada tangan dan PD merah-merah, sakit semua. Sebenarnya, setelah melahirkan sempat tanya-tanya ke bidan tentang cara memerah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=25&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebelum mulai masuk kerja, saya mulai belajar memerah. Saya ingin tetap memberikan ASI full kepada afifah, meskipun umminya sedang bekerja. Awalnya ingin tetap mencoba pake tangan, biar ngirit dan praktis. Karena minim pengetahuan, bukannya dapat ASI banyak, yang ada tangan dan PD merah-merah, sakit semua. Sebenarnya, setelah melahirkan sempat tanya-tanya ke bidan tentang cara memerah, setelah dipraktekkan ternyata hasilnya tidak maksimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari masuk kerja semakin dekat, tetapi saya belum juga punya stok ASIP. Akhirnya nyerah deh, beli pompa ASI. Setelah beberapa bulan, saya mulai mencoba lagi memerah memakai tangan. Ceritanya, saya ikut milis Asiforbaby, nah di milis itu banyak dijelaskan cara memerah memakai tangan. ‘Hm… kelihatannya mudah’ pikir saya. Setelah beberapa kali mencoba, mulai tampak hasilnya.</p>
<p>Memerah memakai tangan ini relatif mudah untuk dilakukan. Langkah-langkahnya :</p>
<ol>
<li>Siapkan perlatan yang diperlukan, diantaranya botol kaca untuk menampung ASIP dan tisu untuk mengelap.</li>
<li>Pilihlah tempat yang bersih dan steril.</li>
<li>Cuci bersih kedua tangan</li>
<li>Bersihkan kedua PD</li>
<li>Duduklah dengan posisi senyaman mungkin</li>
<li>Pancinglah LDR (Let Down Reflect-ini yang membuat ASI mengalir deras) dengan cara meng-kilik putting dengan ibu jari atau ujung leher botol</li>
<li>Setelah terasa <em>nyutt</em> (ini menandakan adanya LDR) segera arahkan botol ke puting. Pastikan puting berada di leher botol.</li>
<li>Segera pencet-pencet daerah tepat dibawah dan di sekitar aerola (lingkaran hitam di bawah puting). Ingat, hanya tekan, jangan gesek, karena bisa lecet.</li>
<li>Perahlah dengan cepat dan mulai dari satu PD saja</li>
<li> Setelah terasa kosong, mulai pada PD yang satunya.</li>
<li>Setelah LDR selesai (aliran ASI mulai lambat), pancing kembali LDR seperti cara diatas.</li>
<li>Setelah PD terasa kosong, segera akhiri.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Cukup mudah kan?? Pertama-pertama mencoba mungkin akan belum kelihatan hasilnya, tapi insyaAllah lama-lama akan terlihat. Pengalaman saya sih, memerah pakai tangan lebih mudah (tidak terlalu capek), lebih praktis (tidak perlu membawa ‘alat perang’ dan bisa dilakukan dimana saja) dan hasilnya lebih banyak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=25&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/31/memerah-pakai-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelombang Cinta</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/01/gelombang-cinta/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/01/gelombang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 09:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/01/gelombang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Gelombang Cinta Pagi ini, ketika bersiap hendak berangkat ke kantor, secara tak sengaja saya melihat tanaman gelombang cinta milik suami. Tanaman itu merupakan souvenir dari pernikahan temannya. Atas saran dari mertua, gelombang cinta itu kami letakkan di atas rak buku di ruang tamu. Secara rutin kami menyiramnya. Nah, pas tadi pagi saya tak sengaja melihat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=22&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Gelombang Cinta</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, ketika bersiap hendak berangkat ke kantor, secara tak sengaja saya melihat tanaman gelombang cinta milik suami. Tanaman itu merupakan souvenir dari pernikahan temannya. Atas saran dari mertua, gelombang cinta itu kami letakkan di atas rak buku di ruang tamu. Secara rutin kami menyiramnya. Nah, pas tadi pagi saya tak sengaja melihat, eh ternyata gelombang cinta itu tumbuh subur, pucuknya memanjang, tapi melengkung. Setelah saya perhatikan,o ternyata melengkungnya menuju ke arah sinar matahari. Hm wajarlah, soalnya di atas rak buku tersebut memang tidak kena sinar matahari, si Gelombang cinta ‘merindukan’ kehangatan sang matahari kayaknya, hi hi..</p>
<p style="text-align:justify;">Pas di kantor teringat lagi pada Gelombang Cinta tadi. Seingat saya, saat SMP pernah juga melihat ‘fenomena’ itu. Dulu bahkan ‘fenomena’ itu sengaja dipakai untuk mengakali tugas sekolah. Jadi ceritanya ada tugas praktek Biologi yaitu menanam singkon memakai stek batang. Karena waktunya mepet, sengaja batang singkongnya di tanam di tempat yang sedikit sinar mataharinya, biar cepat tumbuh. Benar saja, beberapa hari kemudian muncul tunasnya. Memang lebih cepat panjang, tapi warna daunnya pucat, batangnya kecil dan lebih rapuh, batangnya ternyata cepat sekali patah. Pas melihat hasil tugas teman yang lain, terlihat bedanya. Singkong yang ditanam di tempat biasa, banyak sinar matahari dan udara namun tetap disiram dan dipupuk, terlihat lebih segar dan sehat meskipun lebih pendek.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian saya mencoba merenung. Sepertinya ‘fenomena’ seperti tanaman tadi bisa dihubungkan dengan pola pengasuhan anak saya. Sebagai orang tua tentu saya ingin yang terbaik bagi anak, menjaganya dari segala sesuatu yang bisa mengganggu atau merusaknya. Seperti tanaman tadi, saya bisa saja menjaga anak saya dengan membatasi pergaulannya, siapa temannya, kemana perginya dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertimbangannya karena kondisi pergaulan saat ini yang semakin mengkhawatirkan, banyak sekali yang akan bisa mengganggu dan merusak perkembangannya. Atau bisa juga saya akan bertindak seperti tanaman yang ditaruh diluar, dibawah sinar matahari namun tetap disiram dan dipupuk tadi, membiarkannya bergaul dan berbaur dengan lingkungannya, namun tetap diawasi perkembangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tindakan yang pertama tadi, mungkin saya akan mendapatkan anak saya menjadi anak yang demikian manisnya, lurus, tanpa pernah ter’cemari’ oleh lingkungannya. Namun, ketika sudah saatnya ia keluar dari rumah hangatnya, ia akan mendapati keadaan yang sangat berbeda, apakah ia akan sanggup menghadapinya?tetap luruskah ia atau kepribadiannya terguncang?Sedangkan pada tindakan saya yang kedua, anak saya mungkin tidak akan se’lurus’ diatas, ia akan berwarna-warni, namun sesungguhnya disitulah seninya, seni menjadi orang tua. Seni, karena menjadi orang tua sungguh begitu indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Allah, mampukan hamba menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak hamba. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=22&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/12/01/gelombang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALHAMDULILLAH….(LULUS) (S1) ASI !!!!</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/10/16/alhamdulillah%e2%80%a6-lulus-s1-asi/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/10/16/alhamdulillah%e2%80%a6-lulus-s1-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 09:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/2009/10/16/alhamdulillah%e2%80%a6-lulus-s1-asi/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 4 Oktober kemarin menjadi saat istimewa buatku. Alhamdulillah, segala puji terucap bagi Allah, anakku tersayang, Afifah genap 6 bulan, yang berarti lulus ASI eksklusif. Bahagia sekali rasanya mengingat perjuanganku selama 6 bulan ini akhirnya berbuah manis. Terbayang kembali saat-saat penuh pengorbana pada awal-awal dulu. Alhamdulillah…………. Sebenarnya mungkin Afifah tidak bisa dibilang eksklusif banget karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=21&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 4 Oktober kemarin menjadi saat istimewa buatku. Alhamdulillah, segala puji terucap bagi Allah, anakku tersayang, Afifah genap 6 bulan, yang berarti lulus ASI eksklusif. Bahagia sekali rasanya mengingat perjuanganku selama 6 bulan ini akhirnya berbuah manis. Terbayang kembali saat-saat penuh pengorbana pada awal-awal dulu. Alhamdulillah………….</p>
<p>Sebenarnya mungkin Afifah tidak bisa dibilang eksklusif banget karena beberapa hari pertama kelahirannya sempat terkena sufor. Itupun karena kebodohanku sendiri. Sedih sekali rasanya bila mengingatnya. Sebenarnya, sejak mendekati hari kelahiran aku sudah membekali diri dengan ilmu-ilmu seputar bayi, mulai dari IMD, ASI eksklusif serta cara merawat bayi. Sebelum melahirkan pun aku sudah berpesan ke bidannya, ‘saya mau IMD’. Namun ternyata harapan tinggal harapan. Aku berhasil melewati proses persalinan dengan segala kemudahan yang Allah berikan. Setelah melahirkan aku merasa masih ‘fresh’, Afifah (setelah dibersihkan dulu) ditempelkan ke aku untuk disusui, eh baru beberapa menit bayi nya diangkat karena takut kedinginan, gagallah IMD yang kurencanakan. Setelah itu, aku dibawa ke kamar perawatan , Afifah pun dibawa bersamaku, sekamar. Afifah masih banyak tidur, ketika kususui pun cuma ngenyot sebentar trus tidur lagi. Ternyata para bidan khawatir Afifah dehidrasi karena kurang minum, kata mereka bayi yang kurang cairan bias dehidrasi, bisa rawat inap di rumah sakit. Aku, yang notabene masih ibu baru, ikut khawatir, akhirnya diberilah Afifah susu formula. Padahal saat itu ASI ku sudah ada, tapi memang tidak banyak. Dari literature yang aku baca kemudian, ternyata bayi minumnya masih sedikit, bahkan bias bertahan 2 hari tanpa minum!karena kebodohanku, jadilah Afifahku tercemari sufor, bahkan pulang dari bidan juga dioleh-olehi sufor …..</p>
<p>Kegagalan IMD dan memberikan ASI sangat membebani pikiranku. Sesampai di rumah (aku melahirkan di rumah mertua di Semarang), hal itu masih terus teringat. Malam harinya, suami harus kembali ke Jakarta. Semakin sedihlah aku, kondisi masih capek karena habis melahirkan, ditinggal suami, harus mengurus anak sendirian (meski ada mertua, sebagai menantu tetap rikuh) semakin membuatku pusing. Pada malam harinya, Afifah sangat rewel, aku panik, membawa Afifah ke luar kamar sehingga mertua terbangun, akirnya dengan terpaksa diberilah Afifah Sufor lagi, begitupun siang harinya (Maafkan Ummi ya Nak…..) Aku sempat sering menangis tiba-tiba, merasa sangat tidak berguna, tidak bisa memberikan yang terbaik bagi anakku. Alhamdulillah suami, meskipun jauh, tetap memberikan dukungan. Akhirnya kupasrahkan semua kepada Allah, biarlah yang telah terjadi diikhlaskan, yang penting ke depannya Afifah harus mendapatkan yang terbaik. Akhirnya pada hari ketiga aku bertekad hanya memberikan ASI, meskipun saat itu masih sedikit dan Afifah juga terus menangis.</p>
<p>Alhamdulillah sampai hari ini Afifah masih ASI. Meskipun aku bekerja tetap kuusahakan memberinya ASI, caranya dengan memerah ASIku. Subhanallah, terasa sekali perjuangan seorang ibu yang ingin memberikan ASI kepada anaknya, mengingat sebagian besar ibu-ibu di Indonesia sepertinya telah termakan iklan, lebih memilih memberikan sufor kepada anak mereka. Mereka merasa sufor lebih baik, lebih kaya gizi daripada ASI (tentu saja karena tidak ada iklan tentang kelebihan ASI). Sering aku ditanya ‘anaknya pakai susu apa?’ ketika kujawab hanya ASI mereka biasanya heran, kok bisa ya?ada juga yang lenig memilih sufor karena tidak mau repot, repot bangun tengah malam untuk menyusui, tidak bisa pergi kemana-mana dll. Yang lucu, dikantorku ada mbak-mbak yang anaknya seumuran Afifah, lebih memilih sufor karena tidak mau repot, padahal, ternyata waktu dandannya sama dengan waktu ku memerah ASI…Yah sekali lagi itu semua adalah pilihan.</p>
<p>Memberikan ASI saja kepada Afifah membuatku benar-benar merasakan suka duka sebagai seorang itu. Tapi sesungguhnya semua itu akan menjadi kenangan manis yang tidak semua orang bisa merasakannya. Allah memberikan seorang ibu kedudukan yang lebih mulia dari seorang ayah pasti bukan tanpa alasan.. Mari kita menjemputnya.SEMANGAT!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=21&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/10/16/alhamdulillah%e2%80%a6-lulus-s1-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Pemburu Lailatul Qadr (PPLQ)</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/09/11/para-pemburu-lailatul-qadr-pplq/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/09/11/para-pemburu-lailatul-qadr-pplq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 07:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontes blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Para Pemburu Lailatul Qadr (PPLQ) 21 Ramadhan 1430 H “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=16&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-15" title="night" src="http://ummuiffah.files.wordpress.com/2009/09/night.jpg?w=450&#038;h=337" alt="night" width="450" height="337" /></p>
<p style="text-align:center;">Para Pemburu Lailatul Qadr (PPLQ)</p>
<p style="text-align:center;">21 Ramadhan 1430 H</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” </em>(QS. Al-Qodr : 1-5).</p>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti 10 malam terakhir di bulan Ramadhan tahun lalu, masjid ini semakin malam semakin ramai dipenuhi oleh kaum mukminin yang berniat menginap di rumah Allah. Tercatat jam 22.30 wib, ruang utama masjid sudah dipenuhi oleh mukminin lengkap dengan mushaf, sarung, dan tas perlengkapan mereka. Sedangkan para mukminat berada di lantai dua masjid. Ada juga di antara mereka, anak-anak yang kurang lebih berusia 10 tahun, turut serta menemani orangtuanya bermalam di masjid. Tak bisa luput pula dari pandangan, dua orang yang sudah cukup sepuh, turut meramaikan masjid ini dengan bacaan tilawahnya.</p>
<p>Ada apa gerangan dengan mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka adalah Para Pemburu Lailatul Qadr. Mereka yang memilih masjid Bait At-Taqwa Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai Rawamangun sebagai tempat untuk berburu itu. Mereka banyak bertilawah, sholat sunnah, berdzikir, berdo’a, dan juga mengikuti kajian yang disediakan oleh panitia I’tikaf dengan menghadirkan para asatidz dari Al-Manar. Dengungan bacaan tilawah para pemburu itu menggema di ruang utama masjid yang ber-AC, sangat meneduhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam tadi adalah malam yang sejuk, tidak turun hujan, tidak panas, tidak dingin, tidak pula dirasakan hawa yang kurang bersahabat. Sangat indah. Menurut Anas bin Malik, ibadah seperti shalat, tilawah Al-Qur&#8217;an, dzikir, dan amal sosial (seperti zakat, infak, sedekah) yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan. Tak heran jika banyak kaum mukmin yang rela meninggalkan hangatnya selimut dan empuknya kasur demi menggapai malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ada pegawai atau karyawan yang mengambil cuti, demi mendapatkan <em>full</em> 10 malam hari terakhir di bulan Ramadhan, beri’tikaf di masjid. Ada juga para <em>blogger</em> (baik <em>blogger</em> ngontrak maupun <em>mbayar</em>) yang berpamitan dari ranah daring untuk memburu malam lailatul qadr itu. Mereka semua mempersiapkan perburuan mulia ini dengan sebaik mungkin. Sebuah perburuan yang penuh dengan keberkahan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh ya, terkait dengan blog <em>mbayar</em> (artinya blog yang menggunakan hosting berbayar), bagi <em>blogger</em> yang ingin mencoba pindah rumah, dari yang ngontrak ke rumah sendiri, coba aja menggunakan layanan  hosting dari <a href="http://dijaminmurah.com/" target="_blank">dijaminmurah.com</a>. Sebuah penyedia layanan hosting dengan slogan &#8220;<strong>Hosting Indonesia Termurah</strong>&#8221; yang memberikan layanan <em>web hosting</em> yang murah, cepat, dan yang sesuai dengan kebutuhan. Dan saat ini sedang mengadakan <a href="http://lomba.dijaminmurah.com/" target="_blank">lomba blog dijaminmurah.com</a>&#8220;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bacaan Qur’an imam sholat qiyam al-lail sangat menyentuh, hingga tak tertahankan air mata pun menetes, meresapi setiap ayat Al-Qur’an. Tak jarang imam tersebut mengulang-ulang ayat yang mengingatkan pada kenikmatan juga pada azab. Waktu 1 jam untuk mendirikan malam (qiyam al-lail) tak terasa telah dilalui sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sebuah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan umat muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahur bersama menjadi sangat berkesan karena ada saja cerita hikmah yang muncul dalam pembicaraan. Begitulah khas pembicaraan orang-orang yang bertakwa, senantiasa membawa hikmah. Sambil menguatkan kembali ikatan silaturrahim yang mungkin sempat kendur, makan sahur pun menjadi lebih nikmat. Waktu shubuh pun tiba dan para pemburu ini bersiap untuk menghadap Allah dalam ibadah sholat shubuh berjama’ah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, sungguh indah nuansa perburuan di bulan Ramadhan ini. Sebuah perburuan yang pada hakikatnya adalah upaya untuk menggapai ridho Allah SWT. Menyemangati diri dengan semangat kebaikan dan keimanan yang kuat dalam menapaki malam-malam perburuan selanjutnya. Lailatul qadr, malam penuh kemuliaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah kita di 10 hari terkahir bulan Ramadhan ini dan semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a title="netbook dari lomba blog dj" href="http://lomba.dijaminmurah.com" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://lomba.dijaminmurah.com/images/banner234x60.png" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=16&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/09/11/para-pemburu-lailatul-qadr-pplq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuiffah.files.wordpress.com/2009/09/night.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">night</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lomba.dijaminmurah.com/images/banner234x60.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Milad????</title>
		<link>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/08/06/milad/</link>
		<comments>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/08/06/milad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 12:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuiffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuiffah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[“Met milad ya yang ke&#8230;. semoga&#8230;..ya” Kata-kata ini pasti sering banget kita dengar. Biasanya ini diucapkan ketika ada teman yang pada hari itu dia dilahirkan, entah berapa tahun yang lalu. Kalo orang kebanyakan biasanya memakai selamat ulang tahun, happy birthday, de el el.lhah, trus apa bedanya??? Bedanya terletak pada penggunanya. Kalo selamat ulang tahun, biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=13&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Met milad ya yang ke&#8230;. semoga&#8230;..ya”<br />
Kata-kata ini pasti sering banget kita dengar. Biasanya ini diucapkan ketika ada teman yang pada hari itu dia dilahirkan, entah berapa tahun yang lalu. Kalo orang kebanyakan biasanya memakai selamat ulang tahun, happy birthday, de el el.lhah, trus apa bedanya??? Bedanya terletak pada penggunanya. Kalo selamat ulang tahun, biasanya dipakai oleh sebagian besar masyarakat, dari berbagai lapisan ekonomi, usia dsb. Nah, kalo milad ini biasanya dipakai oleh mereka yang sedikit lebih melek agama ataupun yang sedang serius belajar mendalami agama.</p>
<p>Penggunaan ucapan “met milad” ini dilandasi kesadaran bahwa dalam islam tidak ada yang namanya ulang tahun. Lha namanya orang islam ya perilakunya sesuai tuntunan agama islam, alias harus meneladani pembawa ajaran islam, yaitu Nabi Muhammad SAW. Sepanjang sejarah belum pernah ditemukan bukti bahwa Rasulullah pernah merayakan ulang tahun, menyanyikan lagu happy birthday, niup lilin, trus potong kue. Kalaupun sekarang ada masyarakat yang memperingati hari kelahirannya, itu atas inisiatif masyarakat itu sendiri. Selain itu, seseorang yang sedang ber-hari lahir berarti bertambah usianya, berarti pula berkurang jatah hidupnya di dunia ini dan waktunya untuk kembali ke negeri yang kekal abadi telah semakin dekat, dan itu bukan hal yang pantas untuk dirayakan.Dengan digunakannya ucapan “met milad” ini, diharapkan akan dapat menjauhi perilaku yang tidak sesuai tuntunan ketika bertepatan dengan hari kelahirannya, seperti yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita saat ini, seperti hura-hura, menghamburkan uang bahkan mabuk-mabukan.</p>
<p>Namun kenyataannya, kadang masih dijumpai, mereka yang menggunakan ucapan ini ternyata masih melakukan kegiatan yang bisa jadi masuk kategori merayakan, seperti mentraktir teman, memberi kado dll. Alasan yang biasa dipakai biasanya “mumpung ada moment nya, jadi g langsung tiba-tiba, g ada angin g ada hujan”. Bukankah kebaikan, seperti mentraktir dan memberi kado  itu bisa dilakukan kapanpun tanpa harus menunggu pas hari lahirnya? Jangan sampai yang terjadi hanya perbedaan pengucapan di mulut tapi isinya sama. Seyogyanya hari lahir menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi diri, menimbang apa yang sudah kita lakukan selama ini, apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan dan kemudian bertekad untuk menjadikan diri lebih baik lagi, karena barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuiffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuiffah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuiffah.wordpress.com&amp;blog=8764670&amp;post=13&amp;subd=ummuiffah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuiffah.wordpress.com/2009/08/06/milad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e44edf1d7df6f115b284236a2324ce02?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummuiffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
