Memerah Pakai Tangan

Sebelum mulai masuk kerja, saya mulai belajar memerah. Saya ingin tetap memberikan ASI full kepada afifah, meskipun umminya sedang bekerja. Awalnya ingin tetap mencoba pake tangan, biar ngirit dan praktis. Karena minim pengetahuan, bukannya dapat ASI banyak, yang ada tangan dan PD merah-merah, sakit semua. Sebenarnya, setelah melahirkan sempat tanya-tanya ke bidan tentang cara memerah, setelah dipraktekkan ternyata hasilnya tidak maksimal.

Hari masuk kerja semakin dekat, tetapi saya belum juga punya stok ASIP. Akhirnya nyerah deh, beli pompa ASI. Setelah beberapa bulan, saya mulai mencoba lagi memerah memakai tangan. Ceritanya, saya ikut milis Asiforbaby, nah di milis itu banyak dijelaskan cara memerah memakai tangan. ‘Hm… kelihatannya mudah’ pikir saya. Setelah beberapa kali mencoba, mulai tampak hasilnya.

Memerah memakai tangan ini relatif mudah untuk dilakukan. Langkah-langkahnya :

  1. Siapkan perlatan yang diperlukan, diantaranya botol kaca untuk menampung ASIP dan tisu untuk mengelap.
  2. Pilihlah tempat yang bersih dan steril.
  3. Cuci bersih kedua tangan
  4. Bersihkan kedua PD
  5. Duduklah dengan posisi senyaman mungkin
  6. Pancinglah LDR (Let Down Reflect-ini yang membuat ASI mengalir deras) dengan cara meng-kilik putting dengan ibu jari atau ujung leher botol
  7. Setelah terasa nyutt (ini menandakan adanya LDR) segera arahkan botol ke puting. Pastikan puting berada di leher botol.
  8. Segera pencet-pencet daerah tepat dibawah dan di sekitar aerola (lingkaran hitam di bawah puting). Ingat, hanya tekan, jangan gesek, karena bisa lecet.
  9. Perahlah dengan cepat dan mulai dari satu PD saja
  10. Setelah terasa kosong, mulai pada PD yang satunya.
  11. Setelah LDR selesai (aliran ASI mulai lambat), pancing kembali LDR seperti cara diatas.
  12. Setelah PD terasa kosong, segera akhiri.

Cukup mudah kan?? Pertama-pertama mencoba mungkin akan belum kelihatan hasilnya, tapi insyaAllah lama-lama akan terlihat. Pengalaman saya sih, memerah pakai tangan lebih mudah (tidak terlalu capek), lebih praktis (tidak perlu membawa ‘alat perang’ dan bisa dilakukan dimana saja) dan hasilnya lebih banyak.

Iklan

One response to this post.

  1. setuju, Mbak…. saya juga lebih seneng pakai tangan…

    saya link blognya ya Mbak…

    nice post

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: