WWL (2)

       Pada bagian pertama, kita sudah mmbicarakan mengenai pengertian dari WWL atau menyapih dengan cinta. Berikut ini merupakan langkah-langkahnya, yang disarikan dari http://www.ayahbunda.co.id:

  1. Ibu harus menentukan waktu yang tepat untuk mulai menyapih anak. Kemudian, kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Pengurangan ini untuk mengurangi ketergantungan anak sedikit demi sedikit terhadap proses menyusui. Selain itu, tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  2. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  3. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau menciumnya, katakan padanya bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  4. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih. Anak pasti akan rewel dan tidak nyaman selama proses menyapih ini, tapi itu merupakan hal yang wajar, dia merasa akan kehilangan sesuatu yang sangat disukainya.
  5. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.
  6. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI. Proses menyapih ini memerlukan kesiapan semua pihak, baik anak, ibu, maupun ayah.
  7. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.percayalah, anak anda sebenarnya mengerti.
  8. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Berikanlah aktivitas-aktivitas yang ia sukai agar mengalihkannya dari keinginan menyusu.

       Sebagai seorang ibu, proses menyapih ini merupakan proses yang sangat berat, karena berarti ia harus rela ‘melepaskan’ anaknya dan mengurangi ketergantungan anaknya terhadap dirinya. Tapi ibu, percayalah, ini proses yang akan dilewati oleh semua orangtua..anak kita memang akan terus tumbuh besar dan kelak akan menjalani kehidupannya sendiri. Tugas kita adalah memberikan bekal yang terbaik bagi mereka

Sumber : Ayahbunda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: